Thursday, December 1, 2016

Chrysogonus #99 - dhandhanggula

Dhandhanggula 
~ seventh song ~
(a nod to Chairil Anwar's "Tak Sepadan")

lady in a gown
made of sweat

her nose twitches
with the effort to recover breath

she's watching a bare
bottom out of the room

past midnight, party is over
she has lasted longer than

Cinderella, a tale she had
read for her children

two boys and three girls
on a cramped mattress

not far off the ground
in this floorless house

walls of woven bamboo
wind whistling through crevices

flickers the flame
of the bedside table lantern

all these things flicker
in her sleepy eyes

perhaps she'll get
two or three hours rest


Dhandhanggula 
~ tembang ketujuh ~

perempuan terbalut 
gaun dari keringat 

hidungnya berkedut mencari
barang sehela dua hela nafas

matanya kosong memandang 
pantat telanjang melangkah keluar

selepas tengah malam, seusai pesta 
setidaknya ia telah bertahan lebih lama 

dari Upik Abu, dongeng yang ia baca
untuk anak-anaknya malam ini 

dua putra dan tiga putrinya 
bebaring berdesakan di matras

tidak jauh dari tanah 
di rumah tak berlantai ini 

dari balik dinding gedek
siul angin lewat celah anyaman 

mengaburkan api
teplok di tepi ranjang 

begitu juga dengan pandang
tergelayut kantuk di matanya 

mungkin ia dapat 
tidur barang dua tiga jam






No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.